Featured Article

Sedikit Belajar Bahasa Sunda

Setelah kemaren membahas tentang Kujang Senjata Tradisional Sunda  sekarang sedikit mengenal bahasa sunda . Bagi sahabat yang tidak mengerti bahasa sunda tentu akan geli ketika mendengar percakapan orang sunda, karena bahasa yang di ucapkan terdengar aneh dan asing .


Bahasa Sunda adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia . Bahasa ini dituturkan oleh sekitar 34 juta orang ( Sekitar 1 juta orang diluar negeri ) dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di indonesia. Dari segi linguistik , bersama bahasa baduy , bahasa sunda membentuk rumpun bahasa sunda, yang dimasukan kedalam rumpun Sunda -Sumbawa.Sejarah dan penyebarannya bahasa sunda dipertuturkan di sebelah barat pulau jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda / Pasundan .wikipedia

Dan bagi sahabat yang ingin mengenal sedikit tentang bahasa sunda yang diterjemahkan kedalam bahasa nasional saya berikan beberapa istilah saja . Dan tentu setiap daerah pasundan memiliki bahasa yang berbeda-beda , kesempatan kali ini saya terjemahkan dalam penuturan bahasa sunda di daerah Cianjur.

Haturnuhun : Terimakasih
Atos : Sudah
Dongkap : Datang
Ka Rorompok : Ke Rumah
Mangga : Silahkan
Kalebet : Ke Dalam
Aya-aya : Ada
Leueuten : Hidangan/Cemilan
Sareng : Dengan
Cai : Air
Herang : Putih
Kumaha : Bagaimana / Gimana
Damang : Sehat
Kaayaan : Keadaan
Salira : Kamu/Anda
Ayeuna : Sekarang 

Ini beberapa penuturan Ghalib/Guyub atau bahasa keseharian dengan tingkat kesopanan yang lumayan/Sedang dan bisa di jadikan penuturan bahasa untuk orang yang lebih tua , sesama atau yang lebih muda dari kita.

Kenapa bahasa sunda disebut kedua terbanyak dalam penuturan bahasanya ?? Untuk menuturkan satu karakter saja bisa beberapa bahasa :

Contohnya untuk kalimat Makan
Dengan bahasa Lemes ( Sopan ) = Tuang atau Neda , tergantung kepada siapa kita akan memakainya
Dengan bahasa garihal ( Kasar ) = Dahar , Nyatu , Lelebok , Ngawadang , Jajablog , Lolodok .

Tah sakitu nu kapihatur , malah mandar janten panambih ilmu pikeun urang sadayana 
Punten bilih aya bahasa anu te sapagodos sareng tetekon , maklum urang sunda nu teu nyakola

Kurang lebih kalau diartikan seperti ini :

Nah itu yang bisa dipersembahakan . mudah-mudahan bisa menjadi penambah ilmu untuk kita semua
Maaf kalau ada bahasa yang tidak sesuai dengan aturan/ketentuan , maklum orang sunda yang tidak berpendidikan



Kujang Senjata Tradisional Sunda

Seperti janji saya untuk menulis artikel tentang Kujang senjata tradisional sunda.
Kujang adalah senjata yang unik dari daerah jawabarat . Kujang diperkirakan mulai dibuat sekitar abad ke 8 / 9 , kujang terbuat dari besi , baja dan bahan pamor , panjang kujang sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.


Kujang merupakan senjata yang yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan dan melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran.Menurut Sanghiyang Siksakanda ng Karesian pupuh XVII,kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada pertanian masyarakat sunda.


Deskripsi , kujang dikenal sebagai benda tradisional masyarakat jawabarat yang memiliki sakral serta mempunyai kekuatan magis . Beberapa peneliti menyatakan bahwa kata kujang berasal dari Kudihyang ( Kudi dan Hyang ).

Kudi diambil dari bahasa sunda kuno artinya senjata yang mempunyai kekuatan ghaib sakti, sebagai jimat , penolak bala , misalnya untuk menghalau dari serangan musuh . Senjata ini juga disimpan sebagai senjata sementara Hyang bisa disejajarkan dengan pengertian dewa dalam beberapa mitologi . Namun bagi masyarakat sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan diatas dewa. Hal ini tercermin dari dalam ajaran " Desa Perbakti " yang tercermin dalam naskah Sanghyang Siksakanda ng Karesian disebutkan " Dewa bakti dihyang "


Bagian Bagian Kujang
Karakteristik kujang memiliki sisi tajaman dan nama bagian antara lain : Papatuk/Congo ( Ujung kujang yang menyerupai panah ) , Eluk / Silih ( Lekukan pada bagian punggung ) , Tadah ( Lengkungan pada bagian perut ) , dan Mata ( Lubang kecil yang ditutupi emas atau perak ) . Selain bentuk atau karakteristik bahan kujang sangat unik karena cenderung tipis, bahannya bersifat kering , berpori dan mengandung unsur logam alam.


Dalam pantun Bogor kujang seperti yang dituturkan oleh Anis Djatisunda ( 996-2000 ) Kujang memiliki beberapa fungsi dan bentuk.Berdasarkan fungsi , kujang terbagi empat bagian : Kujang Pusaka ( Lambang keagungan dan pelindung keselamatan ) Kujang Pakarang ( Untuk berperang ) Kujang Pangarak ( Sebagai alat upacara ) dan Kujang Pamangkas ( Sebagai alat berladang ) . Sedangkan menurut bentuk bilah ada yang disebut Kujang Jago ( seperti ayam jago ) Kujang Ciung ( Menyerupai Burung Ciung ) Kujang Kuntul ( menyerupai burung kuntul ) Kujang Badak ( menyerupai badak ) Kujang Naga ( menyerupai binatang mitologi naga ) dan Kujang Bangkong ( menyerupai katak ) Disamping itu terdapat juga tipologi bilah kujang berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai lambang kesuburan.

Itulah sejarah singkat yang mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran akan khasanah nusantara .

Sumber : wikipedia dan sumber-sumber lainnya.

Lounching Link Banner Lebay

Tadinya malam ini aku bakalan posting tentang sejarah senjata khas sunda yaitu KUJANG tapi berhubung ada request dari teman baik ku yang katanya suruh buat link Banner , aku putuskan malam ini membuat nya sekaligus Lounching Link Banner ULIN KARUHUN  .Tapi sebelumnya mungkin banyak yang bertanya apa maksud atau arti dari nama Ulin Karuhun sebenarnya untuk orang sunda kata itu tidak asing tapi kalau sahabat bukan dari sunda tentu sangat asing mendengarnya.

ULIN KARUHUN 
ULIN : Bermain , Sedang bermain . Dan main disini bukan memainkan suatu permainan tapi ibarat kita sedang pergi ke rumah tetangga , sahabat atau ke suatu tempat.
KARUHUN : Berarti nenek moyang
Jadi definisi ULIN KARUHUN versi aku adalah Nenek Moyang yang sedang bermain ke semua orang / tempat ( anak cucunya ) untuk memberitahukan keaneka ragaman budaya , kesenian dan seluk beluk suku sunda dan kesundaan nya untuk mengingatkan bahwa mereka harus menjaga dan  melestarikannya , jangan sampai orang sunda melupakan PURWADAKSI nya.

PURWADAKSI
PURWA : Wiwitan = Asal dari mana
DAKSI : Wekasan = Dan pulang kemana 
Jangan lupa purwadaksi kalau mendengar orang sunda bilang kata-kata itu artinya kamu jangan lupa akan tempat asalmu dan tempat pulangmu ( Jangan seperti kacang lupa kulitnya ) 


Tapi sebenarnya nama ULIN KARUHUN adalah singkatan dari ULI ( di ambil dari nama kecil pacarku yULIyana dan untuk huruf N nya adalah nama panjang ku dari ruly jenar Nakula jadilah kata  ULIN dan KARUHUN singkatan dari KAmi beRUsaHa Untuk Nikah. Di blog ulinkaruhun yang terkena banned eyang google saya sudah berbagi kebahagian tentang pertunangan kami.

Inilah Kami serasi gak ?? hehe

Dan insyallah pada awal april 2013 ini kami akan membuktikan nama ULIN KARUHUN menjadi sebuah pernikahan yang semoga sakinah mawadah dan warahmah. Aku berharap sahabat semua mendo'a kan kami semoga lancar pada waktunya. Amienn

LOUNCHING LINK BANNER

Entah disebut lebay atau apa entahlah membuat link banner aja sampe segitunya tapi  ada kebahagian lain yang mendorong saya untuk berlaku seperti ini hehe.. Ini penampakan dari Link Banner ULIN KARUHUN


Dan bagi sobat yang ingin bertukar Link Banner , untuk mengambil kodenya silahkan mengunjungi tombol Link Exchange pada Home Page. Cukup sekian dan terimakasih telah bersama di Lounching Link banner ULIN KARUHUN

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers