Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Tatarucingan

Daripada bengong Heu'euh mending urang tatarucingan , tah kukituna mangga kanu ngangken urang sunda itung-itung ngamumule deui budaya sunda nu rumasa miboga tatarucingan pek geura ketrukeun pangabisana . 
Cangkang
Eusi
Bahasa Arabna PermadaniAlketip
Bahasa Arabna KalenderAlmenak
Bahasa Arabna Parabot dapurAlmunium
Leutik Hideng Kesangan ?Sireum Tas Pus ap
Hideung Koneng Hejo ?Urang Negro Modolna Jukut
Tikajauhan koneng ti kadeukeutan beureumJawab Salah tetenjoan
Di cabak ledok di takol ngabelentrangTai kotok dina Katel
Sato Naon Nupang leutiknaTongo tapa 10 taun,tipes,kagencet batu
Kaleng Naon Nu PaurKalengkahan Maung
Kaca naon nu BeratKacalikan Gajah
Tahu naon nu pangbaunaTahuntu Sia
Ucing Ngising Muru naonMurukungkung
Jelma modol bari naonBarijil
Leutik bodas ngabelesatRemeh napel na pesawat jet
Oray hejo ngaringkel UdudObat nyamuk
Kumaha ngabedakeun gajah leutik jeung gajah gedeDi ayak
Di asupkeun kalah kaluarKancing
Basa Jepangna nu Reneh renangKukira Kura kura
Basa Jepangna BotakKarineke
Basa jepangna Naek MotorSuzuki kutaiki
Basa Arabna OmbehAla an Taina
Basa Arabna KopeahWaddahuulu
Basa Cinana LeupasCing Cuang Cang-cang
Basa Cinana RokCing Cuang Cing Cat
Basa Jepangna BokeSakurata
Mun Turun Lila, Mun Naek GancangLeho
Tugu naon nu enakTugo Monas..monasi goreng, monasi uduk, kumaha ilaing we
Nabi nu sok ngarokoNabi Wir
Sapi naon nu gancangSapida balap
Di teuk teuk angger panjangKacang Panjang
Huluna na suku, matana na suku, irungna nasuku, awakna na suku?Hayam katincak
Leutik bodas hirup,cicing dina huluKutu keur keputihan
Aki-aki ragrag surakSakti
Basa Arabna nini-nini lagrag ti tingkat 5Innalilahi Wainna ilaihi roji’un
Lele naon nu sok aya di sisi jalanLelepon Umum
Bedana Apel jeung UpilApel mah luhureun meja, mun upil handapeun meja
Paskibra naon nu teu ngenahPas kibra-kibrana sare di hudangkeun
Bedana HP jeung monyetHP mah Nokia, monyetmah Nukieu
Lomari naon nu sok nyanyiLomari Irama… anjir maksakeun
Oray naon nu majuna lempengOray ngadahar linggis
Cik Susun jadi kalimat “ Tai-Tikus-Kucing-Makan”Kucing Makan Tikus,…Taina dahar ku Sia
Jelema meuli bantal keur naonKeur hudang

Sisindiran Budaya Terlupakan

Kala postingan Tentang Si Kabayan telah menjadi inspirasi untuk berbagi selanjutnya. Sekarang saatnya mengembalikan satu budaya yang telah terlupakan dari keseharian orang sunda kebanyakan , yaitu Sisindiran , Pantun sunda pengertiannya berbeda dengan Pantun melayu , Pantun melayu semakna dengan sisindiran sunda yaitu puisi yang terdiri atas dua bagian : sampiran dan isi . Sedangkan pantun sunda adalah seni pertunjukan . Pantun adalah cerita tutur dalam bentuk sastra sunda lama yang disajikan secara paparan ( prolog ) , dialog , dan seringkali dinyanyikan oleh tukan pantun dengan iringan kecapi yang dimainkan sendiri.
Dan malam ini ketika ada jadwal on air ( radiostrifm ) membawakan acara Bordir ( Bobodoran Sisindiran )  telah menjadi inspirasi buat kembali mengingatkan urang sunda khususnya dan umumnya semua indonesia untuk selalu menjadi pelestari budaya.

Ada sedikit senyum ketika membacakan sms dari rencang ( untuk sebutan fans ) yang berpartisipasi memberikan sisindiran nya.

" Meuncit meri dina rakit , Boboko wadah bakatul - Lain nyeri kupanyakit kabogoh di rebut batur
Kalau diartikan maksudnya " Bukan sakit karena penyakit tapi pacar di ambil orang "

Sisindiran itu merupakan yang paling melegenda di antara sisindiran yang lainnya , bahkan pertama kali aku mengenal sisindiran , sisindiran itulah yang aku hafalkan.

Beberapa sisindiran :
Jaka Sembung ngalaan calana 
Asalamualaikum sadayana

Kutu anying jadi supir 
tumila jadi wadana 
Kudu eling tur mikir
hirup didunya moal lila

jauh jauh nyunyuhun awi 
di jieun boboko ge moal 
jauh-jauh ngajak seuri 
di jien kabogoh ge moal 

cikaracak ningan batu 
laun-laun jadi legok 
tai cak-cak ningang huntu 
laun-laun dilebok wkwkwk

Papatong enteup na regang 
di cepret ku karet geulang
tong deket jeng egang
bisi di dempet teu bisa hudang

Saninten buah saninten 
dibawa kaparapatan
hapunten abdi hapunten
bilih aya kalepatan 

masak kangkung di dapur
Asalamualaikum dulur
Mudah-mudahan postingan kali ini menjadi pengingat buat orang sunda untuk tidak melupakan kebudayaan sisindiran

Situs Gunung Padang ,Bukan Bangga Lalu Menjaga

Bukan Bangga Lalu Menjaga , kenapa tidak bangga lalu timbul keinginan untuk menjaganya malah merusak dengan mencurinya itulah yang dialami Situs Gunung Padang yang berada di Kabupaten Cianjur , Jawabarat . Keberadaan Situs Gunung Padang mulai ruksak karena ulah manusia , situs peninggalan kebudayaan megalitikum terbesar di Asia Tenggara semakin memprihatinkan karena ulah pengunjung yang seenaknya ditambah adanya berbagai kepentingan membuat struktur bangunan situs ruksak parah. Penelitian yang dilakukan Pusat Arkeolog Nasinal yang bekerjasama dengan Balai Arkeolog Bandung menemukan kerusakan teknis pada Situs Megalitikum Gunung Padang yang diperkirakan dibangun pada 2.500 - 1.500 Masehi.


Arkeolog Senior Moenardjito yang menjadi anggota tim penelitian , mengatakan , Pengunjung situs gunung padang setiap bulan bisa mencapai 16.000 orang perbulan dan pengunjung sebnayak itu menginjak-nginjak bangunan situs yang dibangun hanya dengan teknologi sederhana.


Kemampuan manusia yang masih rendah pada masa itu membuat situs berbentuk punden berundak itu didirikan dengan teknologi sederhana , akibat injakan struktur batu bergeser.


semakin parah karena banyak batu yang dipukul dengan batu lain hingga pecah dan pecahannya dibawa pulang kalau kata bahasa sundana mah ( Kadedemes jeung teu molo " Amek atuda hehe" ) . Situs yang berumur ribuan tahun itu dijadikan " keset " setelah kaki pengunjung menginjak tanah berlumpur . hah parah .
Situs Gunung Padang juga tidak terlepas dari kepentingan sebagian orang yang percaya bahwa dibawah situs tersebut terdapat bangunan piramida. dan biasanya orang " parah " melanjutkan kepercayaannya kalau dibawah situs ada harta karun dan kalau itu terjadi tentu keberadaan Situs Gunung Padang ini akan semakin terancam keberadaannya.

Saya sebagai orang cianjur tentu tidak rela kalau Situs Gunung Padang yang berharga itu dijadikan terpuruk dengan bertingkah aneh terhadapnya. Kita harus menjaganya sebagai warisan karuhun " nenek moyang " untuk kita pelajari dan mengambil manfaat yang terkandung didalamnya.  

Jangjawokan Atau Ilmu Pelet Dari Sunda

Mungkin sobat sekalian pernah mendengar ilmu pelet atau asihan yang guna nya untuk menaklukan pasangan atau orang yang kita suka supaya dia tertarik dan mempunyai perasaan kepada kita . Disuku sunda ilmu pelet begitu sangat terkenal seperti didaerah cianjur selatan cidaun,kadupandak , sindangbarang atau cimaskara merupakan tempat yang sampai sekarang masih terdapat ilmu-ilmu pelet . Ilmu pelet atau pengasihan di era modern sekarang ini sedikit terjadi pergeseran seiring kepercayaan bahwa ilmu itu sudah tidak ada atau sudah tidak ampuh , tapi percaya atau tidak aku sempat berkunjung kerumah orang yang menyediakan jasa ilmu pelet , tepatnya di daerah naringgul , masih daerah cianjur selatan dan ternyata dari sekian pasien yang datang terdapat pasien dari luar kota dengan plat no B , aku berfikir ternyata persepsi atau keyakinan orang akan lunturnya kekuatan ilmu pelet pada zaman modern masih tidak sepenuhnya benar mengingat masih ada orang yang terlihat berpendidikan tinggi masih percaya untuk menggunakan ilmu pelet.


Didaerah sunda jangjawokan atau asihan atau ilmu pelet masih dipercaya bisa meluluhkan hati seseorang yang kita taksir supaya orang itu mau dengan apa yang kita inginkan , berikut bebrapa kutipan dari mantra atau jangjawokan :

Samping aing kebat lereng
Ditilik tigigir lenggik
Diteuteup tihareup sieup
Mikaeunteup mikasieup
Mangka eunteup mangka sieup
Ka awaking
Awaking ratu asihan
ti lihur kuwung kuwungan
tihandap teja mentrangan
Ditilik titukang lenggik
Ditilik tigigir sieup
mangka enteup mangka sieup
Asih...Asih...Asih...Asih...
Asih kabadan awaking.

Rarakan nyai pohaci
hihid kekeper iman
nyiru tamprak ning iman
dulang ketuk ning iman
parangko bengker ning iman
hawu dungkuk ning iman
suluh solosod ning iman
seeng kukus ning iman 

itu beberapa jangjawokan untuk meluluhkan hati pasangan kita dan tentunya masih banyak apalagi dalam penggunaan nya . Postingan kali ini lebih untuk memberi tahu akan warna budaya negara kita dan tidak bermaksud apa-apa karena pada dasar nya semua atas kehendak sang pencipta jadi ketika kita punya tambatan hati minta lah padanya dan jangan pernah percaya bahwa mantra inilah yang mampu membuat pasangan kepayang karena selebihnya kehendak tuhan.

Budaya Sunda

Wejangan Jang Sorangan 

Budaya Sunda

Budaya Sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat sunda.Budaya sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun.Pada umumnya karakter orang sunda adalah periang , ramah tamah ( Someah ) , murah senyum , lemah lembut dan sangat menghormati orang yang lebih tua. Itulah cerminan budaya masyarakat sunda. Di dalam bahasa sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang yang lebih tua.

Etos Budaya

Kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua di nusantara. Kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering kali dikaitkan sebagai kebudayaan masa kerajaan sunda. Ada beberapa ajaran sunda tentang keutamaan hidup. Etos dan Watak Sunda itu adalah Cageur,Bageur,Singer dan Pinter yang dapat diartikan " Sembuh " ( Waras ), " Baik , Sehat " ( Kuat ) dan Cerdas . Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu sumber kekayaan bagi bangsa indonesia. Sistem kepercayaan spritual tradisional sunda adalah Sunda Wiwitan yang mengajarkan keselarasan hidup dengan alam. Kini hampir sebagian besar orang sunda beragama islam, namun ada beberapa yang tidak beragama islam. Walaupun berbeda tapi pada dasarnya seluruh kehidupan ditujukan untuk kebaikan alam semesta.

Nilai-Nilai Budaya

Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang mebedakannya dari kebudayan-kebudayaan lain.Secara umum masyarakat jawabarat atau Tatar Sunda dikenal sebagai masyarakat yang lembut , religius dan sangat spritual. Kecenderungan ini terdapat pada pameo Silih Asih , Silih Asah dan Silih Asuh . Saling Mengasihi ( mengutamakan sifat welas asih ) Saling Menyempurnakan atau memperbaiki diri ( melalui pendidikan atau berbagi ilmu ) dan Saling menjaga Diri ( Saling menjaga keselamatan ) . Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis dipertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankan nya.

Postingan kali ini ditujukan buat saya pribadi sebagai cerminan untuk selalu ingat purwadaksi dan selebihnya untuk semua oang sunda yang mungkin sudah lupa atau melupakan kesundaan nya dan umumnya untuk semua masyarakat  nusantara karena pada dasarnya setiap kebudayaan mengajarkan kearifan dan kebersamaan sehingga akan menciptakan kedamaian di bumi pertiwi ini .

Urang Sunda Kamarana ?????........................


Diberdayakan oleh Blogger.

Followers