Featured Article
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Iseng Primbon dan Numerologi Rahasia Cinta


Sungguh sangat lama blog kesayangan ini tidak update karena belakangan kesibukan sungguh sangat menyita waktu dan tenaga ku dan kali ini ada sedikit kesempatan untuk berbagi.
Mungkin sobat sedikit tegang dengan ragam kesibukan ?? untuk melepaskan ketegangan sobat gak ada salahnya merileksasi otot sobat semua dengan mengetahui Primbon dan Rahasia Cinta nya ya daripada stress lah ... hehe , tapi sebelumnya ini hanya sekedar iseng . terkadang iya terkadang tidak karena apapun didunia ini atas kehendaknya ( tuhan ) . 


 
 
 

 
 

Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu

Di Jawabarat tepatnya di kabupaten bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Parahu. Tangkuban Parahu artinya perahu yang terbalik.Diberi nama seperti itu karena memang tangkuban parahu menyerupai perahu yang terbalik dan konon menurut cerita masyarakat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ceritanya


Beribu-ribu tahun yang lalu , tanah parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri.Putri itu bernama dayang sumbi , dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja.Pada suatu hari saat sedang menenun diberanda istana dayang sumbi merasa lemas dan pusing , dia menjatuhkan pintalan benangnya kelantai berkali-kali , saat pintalannya jatuh kesekian kalinya dayang sumbi menjadi marah dan bersumpah dia akan menikah dengan siapapun yang mengambil pintalan'nya itu. Tepat setelah kata -kata ucapan sumpahnya itu datang se ekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ketangan dayang sumbi. Maka mau tak mau sesuai sumpahnya itu dayang sumbi harus menikahi anjing tersebut.


Dayang sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tetapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberinama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya , sangkuriang selalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing biasa bukan ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang dewasa yang gagah perkasa.

Pada suatu hari dayang sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang menjadi putus asa , tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil anak panah dan mengarahkan nya pada Tumang. Dan setibanya dirumah dia menyerahkan daging tumang pada ibunya. Dayang sumbi mengira daging itu daging rusa dia merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai dayang sumbi teringat pada tumang dan bertanya pada anaknya dimana tumang bearada. Pada mulanya sangkuriang merasa takut , tapi akhirnya dia mengatakan apa yang terjadi sebenanrnya. Dayang sumbi menjadi sangat murka , dalam kemurkaan nya dia memukul sangkuriang hingga pingsan tepat pada keningnya. atas kejadian itu dayang sumbi di usir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar pada keningnya.Setelah dewasa sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar. 


Beberapa tahun kemudian, sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan dia jatuh cinta pada wanita tersebut padahal sebenarnya wanita itu adalah ibunya sendiri. tapi mereka tidak mengenali satu sama lain. Sangkuriang melamarnya , Dayang sumbi pun menerima lamaran nya dengan senang hati . Sehari sebelum hari pernikahan , saat sedang mengelus kening tunangan nya , Dayang sumbi melihat bekas luka yang sangat lebar di keningnya . Akhirnya dia menyadari kalau tunangan nya itu adalah putranya sendiri . Mengetahui hal itu dayang sumbi berusaha untuk menggagalkan pernikahannya. Setelah berfikir keras akhirnya dayang sumbi mengajukan persyaratan perkawinan nya yang tak mungkin dikabulkan sangkuriang , Syaratnya adalah : 
Sangkuriang harus membuat bendungan yang bisa menutupi bukit dan membuat perahu untuk dipakai mengelelingi bendungan tersebut dan semua itu harus selesai sebelum fajar menyingsing. 

Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar memberinya kekuatan aneh yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantu pekerjaan nya . Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air.Beberapa saat sebelum fajar sangkuriang menebang pohon besar untuk membuat perahu.Ketika dayang sumbi melihat pekerjaan sangkuriang hampir selesai dia ber do'a pada yang kuasa untuk merintangi pekerjaan anak nya . 

Ayam jantan berkokok , matahari terbit lebih awal dari biasanya dan sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk dayang sumbi dan menendang perahu buatan'nya yang hampir jadi ke tengah hutan dan perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik dan membentuk Gunung Tangkuban Parahu ( perahu yang menelungkub ) Tidak jauh dari sana terdapat tunggul pohon sisa darai tebangan pohon sangkuriang , sekarang kita mengenalnya dengan Bukit Tunggul . Bendungan yang dibuat sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana sangkuriang dan dayang sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi ceritanya hingga sekarang. 

Versi dari cerita tangkuban perahu sangat banyak tapi pada dasarnya sama yaitu tentang cinta terlarang seorang ibu dan anak mungkin alur ceritanya saja yang berbeda. 

Panorama Pantai Pangandaran

Dijawabarat terdapat banyak sekali pantai bersih nan indah salah satunya Pantai Pangandaran, objek wisata yang merupakan primadona pantai dijawabarat terletak di desa pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota ciamis , memiliki berbagai keistimewaan seperti : 

  • Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih 
  • Tersedia Tim Penyelamat wisata pantai
  • Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai 
  • Terdapat Taman Laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona

Dengan adanya faktor-faktor penunjang tadi maka wisatawan yang datang ke pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam seperti : berenang , berperahu pesiar , memancing , keliling dengan sepeda , para sailing , jet ski dan lain-lain. 

Pantai pangandaran bisa dijadikan pilihan tepat untuk berwisata bersama keluarga seperti menikmati Green Canyon yang sangat indah dan unik


Anda juga bisa menikmati gurihnya ikan segar hasil tangkapan nelayan dengan harga terjangkau 


Pantai pesisir putih yang indah akan menjadikan liburan anda sangat menyenangkan . 

TIKET MASUK OBJEK WISATA PANTAI PANGANDARAN 
  • Pejalan Kaki ( Satu Orang ) Rp. 3000,-
  • Sepeda Motor Rp. 7000,-
  • Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 28.000,-
  • Kendaraan Jenis Carry Rp. 35.000,-
  • Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.700,-
  • BUS Kecil Rp. 80.000,-
  • BUS Sedang Rp. 104.000,-
  • BUS Besar Rp. 169.000,-
Dengan harga tiket yang terjangkau anda bersama keluarga pun bisa menikmati keindahan pantai pangandaran yang indah nan eksotik. 

Sejarah Gedung Sate


Mungkin semua orang tahu akan gedung sate dan keberadaan'y tapi tidak semua orang yang tahu sejarah atau asal mula pembangunan gedung sate dan kenapa gedung itu dinamakan gedung sate bukan gedung gudeg , karedok , gado-hado atau lotek hehe .. nah yang belum tahu kita langsung ke TKP ..
Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.

Gedung Sate yang pada masa Hindia Belanda itu disebut Gouvernements Bedrijven (GB), peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung, B. Coops dan Petronella Roelofsen, mewakili Gubernur Jenderal di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920, merupakan hasil perencanaan sebuah tim yang terdiri dari Ir.J.Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dengan melibatkan 2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan Cina yang berasal dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.Selama kurun waktu 4 tahun pada bulan September 1924 berhasil diselesaikan pembangunan induk bangunan utama Gouverments Bedrijven, termasuk kantor pusat PTT (Pos, Telepon dan Telegraf dan Perpustakaan.
Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga tidak mustahil bila keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai Gedung Sate.
Beberapa pendapat tentang megahnya Gedung Sate diantaranya Cor Pashier dan Jan Wittenberg dua arsitek Belanda, yang mengatakan "langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa".
D. Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, "Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia".
Ir. H.P.Berlage, sewaktu kunjungan ke Gedung Sate April 1923, menyatakan, "Gedung Sate adalah suatu karya arsitektur besar, yang berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis". Seperti halnya gaya arsitektur Italia pada masa renaiscance terutama pada bangunan sayap barat. Sedangkan menara bertingkat di tengah bangunan mirip atap meru atau pagoda. Masih banyak lagi pendapat arsitek Indonesia yang menyatakan kemegahan Gedung Sate misalnya Slamet Wirasonjaya, dan Ir. Harnyoto Kunto.
Kuat dan utuhnya Gedung Sate hingga kini, tidak terlepas dari bahan dan teknis konstruksi yang dipakai. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang diambil dari kawasan perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang. Konstruksi bangunan Gedung Sate menggunakan cara konvensional yang profesional dengan memperhatikan standar teknik.
Gedung Sate berdiri diatas lahan seluas 27.990,859 m², luas bangunan 10.877,734 m² terdiri dari Basement 3.039,264 m², Lantai I 4.062,553 m², teras lantai I 212,976 m², Lantai II 3.023,796 m², teras lantai II 212.976 m², menara 121 m² dan teras menara 205,169 m².
Gerber sendiri memadukan beberapa aliran arsitektur ke dalam rancangannya. Untuk jendela, Gerber mengambil tema Moor Spanyol, sedangkan untuk bangunannya dalah Rennaisance Italia. Khusus untuk menara, Gerber memasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura Bali atau pagoda di Thailand. Di puncaknya terdapat "tusuk sate" dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate.
Fasade (tampak depan) Gedung Sate ternyata sangat diperhitungkan. Dengan mengikuti sumbu poros utara-selatan (yang juga diterapkan di Gedung Pakuan, yang menghadap Gunung Malabar di selatan), Gedung Sate justru sengaja dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.
Dalam perjalanannya semula diperuntukkan bagi Departemen Lalulintas dan Pekerjaan Umum, bahkan menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda setelah Batavia dianggap sudah tidak memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan karena perkembangannya, sehingga digunakan oleh Jawatan Pekerjaan Umum. Tanggal 3 Desember 1945 terjadi peristiwa yang memakan korban tujuh orang pemuda yang mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurkha. Untuk mengenang ke tujuh pemuda itu, dibuatkan tugu dari batu yang diletakkan di belakang halaman Gedung Sate. Atas perintah Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 3 Desember 1970 Tugu tersebut dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.
Gedung Sate sejak tahun 1980 dikenal dengan sebutan Kantor Gubernur karena sebagai pusat kegiatan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yang sebelumnya Pemerintahaan Propinsi Jawa Barat menempati Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung.
Ruang kerja Gubernur terdapat di lantai II bersama dengan ruang kerja Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Para Assisten dan Biro. Saat ini Gubernur di bantu oleh tiga Wakil Gubernur yang menangani Bidang Pemerintahan, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, serta Bidang Kesejahteraan Rakyat, seorang Sekretaris Daerah dan Empat Asisten yaitu Asisten Ketataprajaan, Asisten Administrasi Pembangunan, Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi.
Namun tidak seluruh Asisten menempati Gedung Sate. Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi bersama staf menempati Gedung Baru.
Di bagian timur dan barat terdapat dua ruang besar yang akan mengingatkan pada ruang dansa (ball room) yang sering terdapat pada bangunan masyarakat Eropa. Ruangan ini lebih sering dikenal dengan sebutan aula barat dan aula timur, sering digunakan kegiatan resmi. Di sekeliling kedua aula ini terdapat ruangan-ruangan yang ditempati beberapa Biro dengan Stafnya.
Paling atas terdapat lantai yang disebut Menara Gedung Sate, lantai ini tidak dapat dilihat dari bawah, untuk menuju ke lantai teratas menggunakan Lift atau dengan menaiki tangga kayu.
Kesempurnaan megahnya Gedung Sate dilengkapi dengan Gedung Baru yang mengambil sedikit gaya arsitektur Gedung Sate namun dengan gaya konstektual hasil karya arsitek Ir.Sudibyo yang dibangun tahun 1977 diperuntukkan bagi para Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Lembaga Legislatif Daerah.
Gedung Sate telah menjadi salah satu tujuan obyek wisata di kota Bandung. Khusus wisatawan manca negara banyak dari mereka yang sengaja berkunjung karena memiliki keterkaitan emosi maupun history pada Gedung ini. Keterkaitan emosi dan history ini mungkin akan terasa lebih lengkap bila menaiki anak tangga satu per satu yang tersedia menuju menara Gedung Sate. Ada 6 tangga yang harus dilalui dengan masing-masing 10 anak tangga yang harus dinaiki.
Keindahan Gedung Sate dilengkapi dengan taman disekelilingnya yang terpelihara dengan baik, tidak heran bila taman ini diminati oleh masyarakat kota Bandung dan para wisatawan baik domestik maupun manca negara. Keindahan taman ini sering dijadikan lokasi kegiatan yang bernuansakan kekeluargaan, lokasi shooting video klip musik baik artis lokal maupun artis nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri bahkan foto pasangan pengantin.
Khusus di hari minggu lingkungan halaman Gedung Sate dijadikan pilihan tempat sebagian besar masyarakat untuk bersantai, sekedar duduk-duduk menikmati udara segar kota Bandung atau berolahraga ringan.
Membandingkan Gedung Sate dengan bangunan-bangunan pusat pemerintahan (capitol building) di banyak ibukota negara sepertinya tidak berlebihan. Persamaannya semua dibangun di tengah kompleks hijau dengan menara sentral yang megah. Terlebih dari segi letak gedung sate serta lanskapnya yang relatif mirip dengan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat. Dapat dikatakan Gedung Sate adalah "Gedung Putih"nya kota Bandung.

sumber : 
Situs pemerintah Jawabarat
dan personal blog 

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers